Skip to main content

Posts

Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan lingkungan yang dilakukan warga Bukit Duri merupakan perjuangan panjang dalam mewujudkan lingkungan bantaran kali yang kumuh menjadi lingkungan yang nyaman untuk dihuni. Peran aktif warga dan dukungan dari para motivator warga merupakan kunci keberhasilannya. Berikut beberapa tips dam trik dalam memulai kegiatan pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga secara aktif. Persiapan Kegiatan 1. Cari permasalahan lingkungan yang perlu diselesaikan di wilayah. 2. Siapkan ide pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan di warga. 3. Kumpulkan warga yang berminat menjadi kader pengelola lingkungan. 4. Bagikan ide tersebut kepada calon kader pengelola lingkungan. 5. Sosialisasikan ide kegiatan kepada warga. 6. Gambarkan ide pengelolaan lingkungan untuk memudahkan dalam sosialisasi. Pelaksanaan dan Pemantauan Kegiatan 1. Buat rencana kegiatan tertulis yang dapat dilihat kader lingkungan. 2. Mulailah kegiatan dalam bentuk kecil sebagai percontohan warga, misal tingkatan rumah. 3. Perku...

Eretan, Ferry ala Jakarta

Moda transportasi yang satu ini bisa dibilang sangat membantu mobilisasi warga yang daerahnya dipisahkan oleh kali atau sungai. Jakarta sebagai kota yang dikenal memiliki banyak kali dan kanal tanpa dipungkiri memerlukan alat transportasi ini. Warga Jakarta mengenalnya sebagai perahu tambangan atau bahasa betawinya eretan. Anda dapat melihat rekaman sebuah eretan yang sedang menyebrang Kali Angke dalam postingan ini. Selagi jembatan masih terbatas jangkauannya, eretan memerankan fungsi pelengkapnya. Sebagai sarana angkut warga yang praktis dan murah, jasa eretan ini sering dimanfaatkan warga bantaran kali. Bentuk dasar eretan ini umumnya adalah perahu beratap. Model eretan ini banyak dijumpai di sepanjang hilir Kali Angke. Bentuk eretan yang lebih sederhana dapat ditemui di Kali Ciliwung bagian tengah, di daerah Condet sampai Manggarai. Eretan ini hanya terdiri dari bambu yang disusun berjajar selebar sekira 5 meter. Apapun bentuknya, eretan telah berperan penting sebagai penunjang ke...

Sekarang Sudah Hilang...

height:229px;"src="http://2.bp.blogspot.com/_pDGsuBT0oTk/SYSIjvfJyKI/AAAAAAAAAIk/yVZr7BGn1Sk/s320/image-upload-56-778062.jpg"/> Jika anda melihat foto tersebut mungkin biasa saja. Namun bagi yang pernah datang ke lokasi tersebut pasti akan kecewa, marah, masygul, terperangah. Dua tahun yang lalu, tempat ini adalah hasil kerjaku yang bisa dibilang sukses. Dulunya tempat itu menjalankan peran sebagai tempat pemilah sampah warga RT 6 Kapuk Muara. Tidak itu saja, di atas lahan kecil ini berdiri juga tempat daur ulang kertas dan pengelolaan kompos yang dijalankan oleh Komunitas Peduli Kali Angke (KPKA). Tempat pengelolaan sampah ìni, secara prinsip bagus. Dibangun di atas tempat pembuangan sampah warga. Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan sampah bisa dilakukan di lahan sempit ini. Sebaik apapun perencanaan, jika pengelolaan terbengkalai, tetap saja tidak akan bertahan lama. Kejadian ini tentu saja membuatku terpukul. Pasalnya aku yang ikut membidani lahirnya tempat p...

STL (Solar Traffic Light)

Anda pasti bisa dengan mudah menebak foto apakah itu? Lalu apa keunikan foto tersebut? Jika dicermati, di pucuk tiang lampu merah itu ada sebuah plaat. Plaat itu merupakan sel surya. Sudah bisa menebak khan uniknya foto itu? STL ini terdapat di beberapa tempat di Jogjakarta, antara lain di perempatan ring road Jombor dan kawasan Malioboro. Sumber energi lampu merah ini berasal dari panas matahari. Sebuah pemanfaatan energi alternatif yang menakjubkan. Betapa tidak, ini adalah kali pertama aku melihat wujud nyata pemakaian energi alternatif untuk fasilitas umum. Kira-kira kapan ya pemerintah kota Jakarta memakai sinar matahari sebagai sumber tenaga fasilitas publik? Kebijakan publik ramah lingkungan seperti di Jogjakarta ini wajib ditiru semua Pemprov di Indonesia. Sayang sekali sinar matahari kita yang berlimbah terbuang percuma. Ayo kita mulai beralih ke energi alternatif demi keselamatan kita bersama.

Happy Birthday

Sehari yang lalu, Pak De Ignatius Sudaryanto berulang tahun yang ke "25" katanya. Kalau tidak percaya sila buktikan sendiri(heheh...) Perayaan dilakukan di Provinsialat CICM Petamburan. Perayaan ulang tahun didahului dengan misa sekitar jam 18.00 kemudian dilanjutkan dengan makan malam santai jam 19.00 sampai selesai. Pesta ini sangat meriah, keluargaku yang ada di Jakarta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul bersama dan sekalian temu kangen. Tidak hanya keluarga, beberapa teman lama, Frater, Pastur dan umat yang kenal dekat dengan Pak De bercampur baur dalam satu suka cita ulang tahun ini. Pada pesta ini, tidak hanya ultah Pak De yang dirayakan, tapi ada dua orang lagi, tapi maaf lupa namanya. Mau tahu kemeriahan pesta ultah yang sederhana namun meriah ini? sila kunjungi multiply untuk lihat foto atau youtube untuk lihat opening speach Pak De. Happy Birthday Pak De, sehat selalu dan God be with you.

Selamat Tahun Baru Imlek 2560

Kebudayaan manusia sungguh mengagumkan. Perhitungan masa menjadi relatif, tergantung berdasarkan hitungan apa yang kita gunakan. Sekitar 25 hari yang lalu seluruh umat manusia merayakan tahun baru Gregorian 2009. Kalender Gregorian merupakan penanggalan penemuan bangsa Roma. Kalender ini dihitung berdasarkan peredaran matahari. Dan saat ini telah diakui pemakaiannya sebagai kalender resmi internasional. Pada empat hari sebelum tahun baru Gregorian, umat Islam merayakan tahun baru Hijriah yang ke 1430. Penanggalan Hijriah dihitung berdasarkan peredaran bulan. Penanggalan bangsa Arab ini merupakan cara penghitungan hari termuda yang diciptakan manusia. Nah kalau begitu, apakah ada sistem penanggalan tertua? Tentu saja. Bangsa Cina merupakan bangsa yang menggunakan sistem tersebut. Hari dan bulan dihitung berdasarkan peredaran bulan. Sistem yang dipakaipun tidak sesederhana penanggalan Hijriah maupun Gregorian. Setiap tahun dilambangkan dengan seekor hewan dan sebuah elemen bumi. Perpadua...

Layanan Ubah Bahasa Cepat...

Wow... era informasi saat ini luar biasa gila. Untuk mengubah bahasa (translate) dari bahasa indonesia ke bahasa jerman sungguh di luar dugaan. Kalau zaman baheula kita translate per kata, wah kini bisa langsung satu kalimat di ubah. Perkembangan layanan ubah bahasa ini sudah didukung oleh web. Ada Yahoo! dengan Babel Fishnya (yang sebelumnya milik Altavista ). Babel Fish ini adalah pelopor untuk translator engine web based . Kelemahannya Babel fish belum mendukung bahasa Indonesia. Nah, baru-baru ini, rival Yahoo!, yaitu Google mengeluarkan tanslator engine web based juga . Layanan ubah bahasa milik Google ini dirancang secara minimalis sehingga membuatnya mudah, cepat dan powerfull . Untuk menjalankannya tinggal arahkan alamat web ke http://translate.google.com/ . Secara ajaib dalam web yang kita baca akan berubah sesuai yang kita inginkan. Layanan ubah bahasa ini tidak hanya dipakai untuk web tapi bisa juga untuk mengubah kalimat. Bisa dilakukan dengan cara masukkan kalimat yang di...