Skip to main content

Posts

Showing posts with the label humor

Cita-citaku

Dalam pelajaran, Hendra, guru SMP Cerdas bertanya kepada muridnya, tentang impian para muridnya kelak mereka besar nanti. Guru : Anak-anak pernahkah kalian berangan-angan, esok kelak mau jadi apa? Riki : Saya mau menjadi Polisi pak, biar bisa nangkep penjahat! Guru : Hebat kamu Riki, ternyata ada yang mau jadi Polisi. Bagaimana yang lain? Ipung : Uhm.. kalau aku mau seperti pak SBY, jadi Presiden negara yang kaya! Guru : Bagus.. bagus.. ayo siapa lagi? Ichay : Saya pak, saya mau jadi Hakim saja bantuin Riki mengadili penjahat biar kapok! Guru : Iya betul, kita harus saling bantu supaya negara kita sejahtera. Rendi : Kalo saya pengen jadi anggota KPK untuk memberantas korupsi pak. Biar barang milik negara tidak untuk kepentingan pribadi! Guru : Setuju, memang korupsi harus kita berantas dari bangsa ini. Hebat sekali Rendi. Nah, kalau kamu bagaimana Andi? Andi : Saya sih tidak muluk-muluk pak, saya mau seperti Anggodo biar bisa mengatur Polisi, Presiden, Hakim dan KPK! Semua : ...

Pilihan yang Mematikan

Suatu ketika hiduplah seorang gadis yang sangat cantik dan diperebutkan oleh banyak pria. Tapi orang tuanya menolak mereka semua, sambil berkata, ”Ia begitu cantik, ia harus menikah dengan seorang yang paling kuat, yaitu matahari.” Lalu mereka membawa anak perempuannya pada matahari dan ayahnya bertanya, ”Oh dewa matahari, maukah kau menikah dengan anak perempuanku?” ”Kenapa begitu?” tanya si matahari. ”Karena ia adalah wanita yang paling cantik,” jawab ibunya. ”Dan kau adalah yang terkuat,” kata ayahnya menambahkan. ”Tapi awan, yang selalu menutupi wajahku, adalah lebih kuat dari diriku,” balas si matahari. Lalu mereka membawa anaknya pada awan dan sang ayah berkata, ”Oh awan, maukah kau menikahi anakku?” ”Kenapa begitu?” ”Karena ia adalah wanita yang trecantik,” jawab ibunya. ”Dan kau adalah yang terkuat,” kata ayahnya menambahkan. ”Tapi angin, yang selalu meniup tubuhku, adalah lebih kuat dari diriku,” kata si awan. Kemudian mereka membawa anaknya...

Kesombongan yang Menggelitik

Di ruangan sidang di suatu sore, beberapa orang terhormat sedang membanggakan keberanian mereka di medan perang. ”Hanya dengan beberapa orang, saya menyerang sebuah pasukan divisi, dan memaksa mereka untuk mundur,” kata Jendral Apadsahayan. ”Saya sendiri sudah memberhentikan lima puluh tentara terbaik musuh dari penyerangan,” kata Nagama Nayaka. ”Saya memotong ekor gajah pimpinan musuh,” kata Kondamaraju. ”Hanya itukah?” tanya Tenali Rama. ”Saya memotong kaki komandan yang bertanggung jawab di dalam sebuah peperangan. Yang lain merasa tertarik mendengar hal tersebut. Ketika mereka sudah tenang, Kondamaraju bertanya pada Tenali, ”Kenapa tidak kau potong kepalanya saja?” ”Orang lain sudah melakukannya,” jawab Tenali sambil meninggalkan yang lain sambil tertawa terbahak-bahak. (Sumber : Humor Cerita Rakyat & Peribahasa Ala India)

Orang Desa yang Bodoh

Seorang pria yang sudah hidup di desa Baneyr selama hidupnya tidak pernah melihat sungai Indus sebelumnya. Ketika dan melakukan perjalanan ke Attock dia mengunjungi daratan Yusafzai. Ketika melihat kapal pengangkut besar yang sedang menyeberangi sungai yang sedang banjir, ia berkata, “Mahluk itu panjang sekali.” (Sumber : Humor Cerita Rakyat & Peribahasa Ala India)

Diam yang Bijaksana

Dua orang terhormat sedang berada di Delhi, kebetulan saat itu adalah malam bulan purnama. Salah satu dari mereka berkata, ”Hey, lihatlah matahari itu.” Temannya berkata, ” Bukan itu adalah bulan.” Dan mereka terus bertengkar. Orang ketiga yang lewat dimintakan pendapat oleh dua orang yang sedang bertengkar tersebut. ”Menurut pendapatmu,” kata mereka padanya, ”Apakah itu matahari atau bulan?” Orang itu menjawab dengan cepat, ”Temanku, saya baru di sini, jadi saya tidak dapat memberitahumu.” (Sumber : Humor Cerita Rakyat & Peribahasa Ala India)

Melarikan Diri dari Kutu-kutu

Seekor musang terganggu dengan kutu di tubuhnya, sehingga ketika menemukan sebuah kolam, ia menggigit sepotong kayu di mulutnya dan masuk perlahan-lahan ke dalam air. Ketika ia makin masuk ke dalam air, kutu yang ketakutan itu cepat-cepat naik ke atas kaki dan tubuhnya. Ketika air makin naik tinggi, mereka berkerumun di kepalanya, kemudian hidungnya dan akhirnya berkumpul di sepotong kayu tersebut. Musang yang licik itu kemudian menundukkan kepalanya di bawah air dan melepaskan potongan kayu itu. Setelah itu, ia berenang ke pinggir sungai, sehingga ia dapat melepaskan diri dari kutu tersebut. (Sumber : Humor Cerita Rakyat & Peribahasa Ala India)