Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kemanusiaan

Pedulikan Anda Pada Setetes Air?

Air merupakan sumberdaya alam yang luar biasa. Hampir 80% komposisi tubuh manusia adalah zat cair. Jika manusia kekurangan air, akan berakibat fatal bagi fungsi dasar tubuh. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa ketersediaan air di bumi tidak pernah berkurang. Melalui siklus hidrologi, air melalui masa daur ulang. Air yang sudah digunakan oleh mahluk hidup, kemudian masuk ke dalam sistem pengairan besar, seperti sungai dan laut, untuk kemudian menguap, jadi awan dan turun kembali menjadi hujan dan siap dikonsumsi kembali. Semua proses tersebut terjadi di dalam tempat yang kita kenal sebagai bumi. Seiring dengan cerdasnya manusia, kondisi lingkungan pun semakin tidak sehat. Maraknya pencemaran sumber air karena limbah perusahaan yang tidak diolah ke sungai-sungai sumber air minum warga. Rusaknya mata air pegunungan karena alih fungsi lahan dan penebangan hutan secara illegal. Pemanfaatan sungai sebagai WC umum dan tempat pembuangan sampah terpanjang. Dan daftar ini semakin lama semakin bertamb...

Arumanis: Kudapan Tak Lekang Waktu

Bagi generasi sekarang, yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, mungkin sudah tidak kenal lagi dengan Arumanis, kudapan yang cukup digemari anak 20 tahun yang lalu. Arumanis, dari namanya sudah bisa dibayangkan rasanya. Kudapan manis ini, dibuat dari gula pasir biasa yang dibakar pada kompor yang berputar. Kristal gula yang terbakar, akan berubah menjadi jalinan serabut tipis yang berwarna putih kecoklatan. Jika ingin berwarna-warni, tinggal diberi pewarna makanan saja. Umumnya, arumanis dijajakan dengan warna merah menyala, sehingga menarik minat anak-anak untuk mencicipnya. Sekira dua puluhan tahun yang lalu, arumanis merupakan kudapan populer. Tidak saja di kota Jawa saja, tapi juga di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seiiring berkembangnya zaman, kudapan populer ini semakin terpinggirkan. Kini, sudah susah untuk mencari arumanis di kota besar di Jawa, sebut saja Jakarta. Beruntung saat berkunjung ke Kabupaten Bogor, saya masih bisa menemukan penjaja arumanis keliling di Desa Ci...

Muara Angke, Monumen HAM Abadi

Bagi para penikmat sejarah Batavia , asal muasal nama Muara Angke ini sangat banyak ragamnya. Dan menarik untuk disimak. Tapi dalam rangka peringatan hari Hak Asasi Manusia ( HAM ) 10 Desember ini, saya akan menuliskan ulang tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Jakarta. Kita akan bernostalgia di Batavia zaman Vereenigde Oost-Indische Compagnie ( VOC ) berkuasa di Nusantara. Pada mulanya Belanda datang ke Nusantara dengan maksud berdagang rempah-rempah. Namun karena persaingan dagang di antara negara penjelajah-pedagang seperti Portugis, Spanyol dan Inggris semakin sengit, membuat Belanda makin sewot dan gerah. Harga jual rempah-rempah setibanya di Belanda sangatlah mahal, karena rantai distribusinya sangat panjang. Untuk memotong jalur ini, maka sejak 1602 Belanda memulai kegiatan dagangnya di Nusantara. Semenjak mendapatkan Nusantara, Belanda ”seng ada lawan”. Pasalnya, seluruh perdagangan rempah-rempah telah dikuasai VOC. Hegemoni perdagangan ini semakin lama semakin...