Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pemberdayaan

Masa Iya Pemerintah adalah Pelayan Rakyat ?

Hari ini aku menghadiri sebuah acara penilaian kegiatan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang dikerjakan oleh warga Kapuk Muara. UP2K merupakan program pendampingan warga yang pelaksanaannya di bawah koordinasi PKK (Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga). Dilihat dari namanya, wah.. pastinya tergambar donk kalau usaha ini merupakan salah satu cara pemberdayaan masyarakat kecil. Yup, memang seharusnya begitu. Tapi, ternyata UP2K ini sudah diselewengkan perannya. Aku sempat berbincang dengan salah seorang kader PKK yang mengikuti kegiatan ini. UP2K merupakan sebuah usaha kelompok yang pengerjaannya haruslah dilakukan oleh para anggotanya. Nah, ternyata kegiatan yang menjadi kandidat penilaian tadi adalah usaha perorangan yang dikerjakan oleh salah satu kader PKK. Dari sini saja sudah ketahuan, bahwa apa yang dipresentasikan tentunya tidak sesuai dengan syarat penilaian UP2K. Saat sesi tanya jawab antara pengelola kegiatan dengan tim penilai, bisa ditebak, jawaban yang diberikan...

Kreasi Plastik di Media Massa

Usaha pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Seven Moms merupakan isu menarik di kawasan perkotaan. Sebagai salah satu usaha kepedulian lingkungan (Gerakan Hijau), kegiatan kreasi plastik ini ternyata cukup diminati oleh media. Media massa mengangkat isu lingkungan ini, seiring semakin banyaknya masyrakt yang peduli pada lingkungan. Seven Moms pada kesempatan ini, merupakan sebuah kelompok yang terpilih untuk diangkat profilnya. Gaung kegiatan kelompok yang bekerja di Kapuk Muara ini, ternyata sudah didengar oleh masyarakat luas. Sabtu, 23 Mei 2009, stasiun lokal TV One, dan CNN, sebuah stasiun televisi internasional mengangkat profil Seven Moms. Liputan yang dilakukan oleh kedua jaringan TV ini memang sudah pada porsinya untuk menyebarluaskan semangat peduli lingkungan di masyarakat luas. “Apa yang dilakukan Seven Moms ini luar biasa sekali. Tidak banyak orang di wilayah padat penduduk mau mengerjakan hal seperti Seven Moms ini”, kata Ami reporter TV One. “Selamat untuk kerja keras Se...

Kreatif dengan Sampah Plastik

Pengelolaan sampah plastik di RW 4 Kapuk Muara yang dimotori oleh Seven Moms dengan mengubah sampah plastik kemasan menjadi barang yang bermanfaat, kini mulai diminati warga dari wilayah lain. Ide kreatif tersebut terbukti mampu menggugah keingin tahuan warga wilayah lain untuk mengikuti jejak mereka. Sejak tanggal 20 sampai 25 April lalu, Amaroh, Miftahu Rohmah dan Ida Suwardyah, tiga orang anggota Seven Moms, menjadi fasilitator pelatihan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)-Pemanfaatan dan Pengelolaan Barang-Barang Bekas. “Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengurangan Resiko Banjir Mercy Corps Indonesia sebagai solusi masalah lingkungan bagi warga di wilayah dampingan kami” ujar Koko Sukamto koordinator pelatihan. Lokasi pelatihan berada di wilayah Kelurahan Rawa Buaya (RW 01 dan 02) dan Cengkareng Barat (RW 08, 09, 10 dan 14) Jakarta Barat. Wilayah tersebut merupakan wilayah rawan banjir. Banyaknya sampah yang masih dibuang di selokan dan sungai merupakan salah satu penyebabny...

Bergerak untuk Perubahan

Jumlah sampah Jakarta saat ini mencapai 6.000 ton setiap harinya. Jumlah yang sangat mengerikan. Kita tidak dapat menyerahkan semua permasalahan ini kepada pemerintah kota. Penanganan sampah ini harus dilakukan sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sampah dan Perempuan Dalam konteks rumah tangga, maka tidak dapat dipungkiri, perempuanlah yang memegang kendalinya. Betapa tidak, semua keperluan rumah tangga dikelola oleh kaum perempuan. Pemberdayaan kaum perempuan merupakan salah satu pintu masuk yang cukup menjanjikan.

Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan lingkungan yang dilakukan warga Bukit Duri merupakan perjuangan panjang dalam mewujudkan lingkungan bantaran kali yang kumuh menjadi lingkungan yang nyaman untuk dihuni. Peran aktif warga dan dukungan dari para motivator warga merupakan kunci keberhasilannya. Berikut beberapa tips dam trik dalam memulai kegiatan pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga secara aktif. Persiapan Kegiatan 1. Cari permasalahan lingkungan yang perlu diselesaikan di wilayah. 2. Siapkan ide pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan di warga. 3. Kumpulkan warga yang berminat menjadi kader pengelola lingkungan. 4. Bagikan ide tersebut kepada calon kader pengelola lingkungan. 5. Sosialisasikan ide kegiatan kepada warga. 6. Gambarkan ide pengelolaan lingkungan untuk memudahkan dalam sosialisasi. Pelaksanaan dan Pemantauan Kegiatan 1. Buat rencana kegiatan tertulis yang dapat dilihat kader lingkungan. 2. Mulailah kegiatan dalam bentuk kecil sebagai percontohan warga, misal tingkatan rumah. 3. Perku...

Sekarang Sudah Hilang...

height:229px;"src="http://2.bp.blogspot.com/_pDGsuBT0oTk/SYSIjvfJyKI/AAAAAAAAAIk/yVZr7BGn1Sk/s320/image-upload-56-778062.jpg"/> Jika anda melihat foto tersebut mungkin biasa saja. Namun bagi yang pernah datang ke lokasi tersebut pasti akan kecewa, marah, masygul, terperangah. Dua tahun yang lalu, tempat ini adalah hasil kerjaku yang bisa dibilang sukses. Dulunya tempat itu menjalankan peran sebagai tempat pemilah sampah warga RT 6 Kapuk Muara. Tidak itu saja, di atas lahan kecil ini berdiri juga tempat daur ulang kertas dan pengelolaan kompos yang dijalankan oleh Komunitas Peduli Kali Angke (KPKA). Tempat pengelolaan sampah ìni, secara prinsip bagus. Dibangun di atas tempat pembuangan sampah warga. Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan sampah bisa dilakukan di lahan sempit ini. Sebaik apapun perencanaan, jika pengelolaan terbengkalai, tetap saja tidak akan bertahan lama. Kejadian ini tentu saja membuatku terpukul. Pasalnya aku yang ikut membidani lahirnya tempat p...