Skip to main content

Posts

Showing posts with the label The Lost Symbol

Bab 4

Gedung U.S. Capitol berdiri megah di ujung sebelah timur National Mall, di dataran tinggi yang digambarkan oleh desainer kota Pierre L’Enfant sebagai ”alas yang menunggu monumen”. Area luas Capitol panjangnya lebih dari 230 meter dan lebarnya 100 meter. Menampung lebih dari 65.000 meter persegi ruangan lantai, bangunan itu memiliki 541 ruangan yang menakjubkan. Arsitektur neoklasiknya didesain dengan cermat untuk menggaungkan kemegahan Roma kuno, gagasan-gagasannya menjadi inspirasi bagi para pendiri Amerika dalam menetapkan undang-undang dan kebudayaan republik baru itu. Pos pemeriksaan keamanan baru bagi turis-turis yang memasuki Gedung Capitol terletak jauh di dalam pusat pengunjung yang baru saja selesai dibangun di bawah tanah, di bawah jendela atap menakjubkan yang membingkai Kubah Capitol. Penjaga keamanan baru, Alfonso Nunez, dengan cermat mengamati seorang pengunjung laki-laki yang kini mendekati tempat tempat pemeriksaan. Lelaki berkepala plontos itu sudah beerkeliaran di lob...

Bab 3

Robert Langdon sedang sibuk meninjau kartu-kartu catatannya ketika dengung roda-roda Town Car berubah di jalanan di bawahnya. Langdon mendongak, dan terkejut melihat daerah mereka berada. Sudah di Jembatan Memorial? Dia meletakkan catatan-catatannya dan memandang ke luar, ke perairan tenang Sungai Potomac yang mengalir di bawahnya. Kabut tebal melayang di atas permukaan. Foggy Bottom – nama yang cocok – selalu tampak ganjil sebagai tempat untuk membangun ibu kota negara. Dari semua tempat di Dunia Baru, para leluhur memilih rawa basah di tepi sungai untuk meletakkan batu pertama masyarakat utopia mereka. Langdon memandang ke kiri, ke seberang Tidal Basin, ke arah siluet membulat anggun Jefferson Memorial – Pantheon Amerika, demikianlah banyak orang menyebutnya. Persis di depan mobil, Lincoln Memorial tegak dengan kesederhanaan kakunya, garis-garis ortogonalnya mengingatkan pada Kuil Parthenon kuno di Athena. Tapi lebih jauh lagi, barulah Langdon melihat bagian terpenting kota – men...

Bab 2

Seseorang yang menyebut dirinya Mal’akh menekankan ujung jarum ke kepala plontosnya, lalu mendesah nikmat ketika alat tajam itu masuk dan keluar di dagingnya. Dengung lembut perangkat listrik itu membuatnya kecanduan ... seperti juga gigitan jarum yang meluncur jauh ke dalam kulit dan mengeluarkan zat pewarna. Aku adalaha mahakarya. Tujuan pembuatan tato sama sekali bukan keindahan. Tujuannya adalah perubahan. Mulai dari para pendeta Nubia pada zaman 2.000 SM, sampai para pembantu-pembantu bertato dari aliran Cybele di Roma kuno, sampai parut-parut luka moko suku Maori modern, manusia menato tubuh sebagai cara mempersembahkan tubuh dalam pengorbanan, menahan sakit fisik pembubuhan tato, dan muncul sebagai manusia yang telah bertransformasi. Walaupun ada peringatan keras dalam Imamat 19:28 yang melarang perajahan tanda-tanda pada kulit, tao telah menjadi ritual perubahan yang diikuti oleh jutaan orang di abad modern semua orang, mulai dari remaja-remaja berpenampilan rapi sampai para...

Bab 1

Lift Otis yang naik merayapi pilar selatan Menara Eiffel itu dipenuhi turis. Di dalam lift sesak itu, seorang pebisnis sederhana dengan baju setelan rapi menunduk memandangi anak laki-laki di sampaingnya. “Kau tampak pucat, Nak. Seharusnya kau tetap di bawah.” “Aku baik-baik saja...,“ jawab anak laki-laki itu, seraya berjuang mengendalikan kecemasan. “Aku akan keluar di tingkat berikutnya.” Aku tidak bisa bernapas. Lelaki itu mencondongkan tubuh lebih dekat. “Seharusnya saat ini kau sudah bisa mengatasinya. ”Dia mengusap pipi bocah itu penuh kasih. Anak laki-laki itu merasa malu telah mengecewakan ayahnya, tapi dia nyaris tidak bisa mendengar akbiat denging di telinganya. Aku tidak bisa bernapas. Aku harus keluar dari kotak ini! Petugas lift sedang mengucapkan sesuatu yang menenangkan mengenai piston bersambung dan konstruksi bsei-tempa lift. Jauh di bawah mereka, jalan-jalan Kota Paris membentang ke segala arah. Hampir sampai, ujar boach itu kepada diri sendiri, seraya menjulurka...

The Lost Symbol - Prolog

House of the Temple 20.33 Rahasianya adalah cara untuk mati. Semenjak permulaan waktu, yang menjadi rahasia selalu cara untuk mati Kandidat berusia 34 tahun itu memandang tengkorak mnusia dalam buaian kedua telapak tangannya. Tengkorak itu berongga, seperti mangkuk, berisi anggur semerah darah. Minumlah, katanya kepada diri sendiri. Tak ada yang perlu kau takuti. Sesuai tradisi, dia telah memulai perjalanan ini dengan pakaian ritual penganut ajaran sesat Abad Pertengahan yang digiring ke tiang gantungan. Kemeja longgarnya terbuka mengungkapkan dada pucat, pipa kiri celana panjangnya tergulung sampai ke lutut, dan lengan kanan bajunya tergulung sampai ke siku. Tali gantungan yang disebut ”tali penghela” oleh saudara seiman mengalungi lehernya. Akan tetapi, malam ini, seperti saudara-saudara seiman yang memberikan kesaksian, dia berpakaian seperti seorang master. Sekumpulan saudara yang mengelilinginya mengenakan pakaian kebesaran lengkap, terdiri atas penutup dada dari kulit domba,...