Skip to main content

Posts

Selamat Jalan Marcel

Innaalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun. Semua pasti akan berpulang pada Sang Khalik. Selasa, 30 Desember 2008. Marcel, adik sepupu aku telah pulang ke rumah abadi setelah mengunjungi kami selama 4,5 bulan. Sakit sesak napas yang diderita merupakan pemicunya. Marcel berpulang dalam suasana gembira disaat semua keluarga berkumpul di Jogja untuk merayakan natal dan tahun baru. Firasat sebelumnya sudah ada. Seolah ada kejadian dejavu tentang peristiwa ini. Beberapa hari yang lalu terlintas dipikiranku tentang berpulangnya Marcel. Selain itu status Facebook aku "innaalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun". Teman aku bertanya dan baru sekarang aku tahu jawabannya. Dan aku sudah membawa pakaian berkabung dari Jakarta. Dari semua mozaik itu, ternyatalah sekarang bahwa Marcel harus pulang duluan. Bukan sedih yang harus tersungging di wajahku, namun syukur dan bahagia karena Marcel tidak harus menderita lagi. Cu bro n Gbu.

Resensi Buku Alam Jakarta

Siapa sangka di balik rimbunnya hutan beton Jakarta, ternyata kita masih dapat menemukan berbagai jenis satwa yang hidup dari alam yang tersisa. Mencermati fenomena ini, perlu adanya upaya pemahaman tentang pentingnya kelestarian alam agar satwa yang ada tetap terselamatkan. Buku Alam Jakarta yang disusun sebagai buku panduan keanekaragaman hayati yang tersisa di Jakarta merupakan jawabannya. Buku ini merupakan barang langka, pasalnya buku panduan lapangan berbahasa Indonesia sangat jarang ditemui di pasaran. Ady Kristanto sang penulis merupakan seorang ahli biologi yang mencoba membagi pengetahuannya seputar kehidupan liar yang tersisa di Jakarta. Buku setebal 218 halaman dengan tampilan full grafis ini mencoba untuk menyajikan hidupan liar yang ada dalam bentuk ringkas, menarik dan informatif. Informasi yang disajikan cukup sistematis. Di awal bab kita akan mendapat pengetahuan dasar tentang berbagai permasalahan lingkungan yang ada di Jakarta. Lalu kita diajak untuk mengetahui prins...

Hendra Aquan, Life To Be Different

Hendra Michael Aquan is the famous people among his friend. Pria kelahiran kota gudeg 25 tahun lalu ini memiliki keunikan dan keanehan yang kadang menurut pandangan temannya tidak lazim. Hobinya juga terbilang unik seperti mengoleksi bendera negara asing, lagu kebangsaan asing, kain tradisional nusantara. Tertarik dengan fotografi dan videografi. Pernah membuat dan membintangi beberapa film indi. Bisa memainkan gitar, piano, organ, keyboard, suling. Berangan bisa memainkan biola. Gemar membeli buku tapi sukar untuk membacanya sampai tuntas. Suka dengan musik klasik dan musik tradisional. Senang traveling. Daerah yang sudah dirambahnya Banjarmasin, Palembang, Bali, Lombok, Jakarta, Jogja, Semarang, Wonosobo, Klaten, Bandung, Cirebon, Kuningan, Bekasi, Surabaya, Magelang, Malang. Bercita-cita untuk menjelajah nusantara dan Eropa. Suka dengan outdoor activities seperti camping, rope rapelling, hiking dan sudah mencapai Puncak Rinjani. Penggila komputer dan internet. Tidak percaya? Sila bu...

Johan & Heny Wedding Part 1

Palembang sepertinya kota dengan daya tarik yang aneh. Beberapa kawan perempuan yang menurut sudut pandangku memikat kebanyakan adalah orang Palembang ataupun keturunan sana. Entahlah apakah ini sebuah kuis kehidupan? Tanggal 6 Desember aku menginjakan kaki kembali di Bumi Sriwijaya setelah kunjunganku yang pertama saat libur lebaran tahun 2007. Kunjungan kali ini bukan untuk berlibur tapi untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatku masa kuliah di Jogja. Hidup memang penuh misteri. Ini berlaku pada para sahabatku di BEAR Team. Kekasih mereka di masa kuliah ternyata bukanlah pendamping di pelaminan. Anyway life must go on. Dan itulah yang terjadi. Dalam prosesi pernikahan Johan & Heny, aku berkesempatan untuk membantu proses persiapannya. Tanggal 6 Desember jam 11, tiba di pool Lorena dan dijemput Mas Bambang, sopir kantor Heny. Aku diantar sampai rumah Johan, sebuah ruko di jalan Dr. M. Isa yang bernama Sumber AC. Setelah mandi dan berganti pakaian, aku dan Johan segera menyiapkan ...

Kenikmatan dengan SE G502

Kecanggihan teknologi komunikasi mobile saat ini menawarkan berbagai kemudahan berkomunikasi yang luar biasa. Posting ini merupakan buktinya. Dengan menggunakan handphone, posting blog dalam perjalanan menggunakan Kopaja 86 pun masih bisa dilakukan. Layaknya online dengan PC saja. Dalam era 3G ini, ber online ria bukan hal yang asing lagi. Selain blogging, asalkan handset mendukung bukan mustahil chating dan emailing pun bisa dilakukan via handphone. Saat ini dipasaran sudah banyak pilihan handphone yang mendukung 3G. Salah satunya adalah Sony Ericsson G502, salah satu varian SE seri G yang diunggulkan sebagai mobile web kelas low end. Sejauh ini jargon itu terbukti. Untuk terhubung dengan internet tidak memerlukan setting yang ribet. Just click and go. All setup will be done by the phone, automaticaly. Selamat berselancar di dunia maya. Welcome to the new mobile era.

Ayo Bantu Hutan Mangrove Kita Bernafas!

Hutan mangrove merupakan sebuah ekosistem yang mempesona. Posisinya yang berada di muara sungai, membuat ekosistem ini berfungsi sebagai penjaga daratan utama dari gerusan angin dan gelombang laut. Selain itu juga berfungsi untuk menyaring air sungai sebelum keluar ke laut, sehingga air yang masuk ke laut tidak memberi ancaman bagi ekosistem laut. Namun, keberadaan hutan mangrove saat ini dipandang sebelah mata, sebab kondisinya yang berlumpur dan sering tergenang air, sering dianggap tidak nyaman untuk dikunjungi dan seolah tidak bernilai sama sekali. Hutan mangrove yang masih tersisa di Jakarta luasannya hanya 170 hektar. Sebuah luasan yang terlampau kecil untuk menanggung peran lingkungan yang begitu besar bagi kota metropolitan Jakarta. Kondisi ini semakin diperparah dengan kondisi sungai yang mengalir di dekatnya, yaitu Kali Angke. Berbagai jenis sampah dapat dengan mudah ditemukan di sini. Mulai dari pembungkus makanan yang super kecil sampai kulkas dan ban mobil pun dapat diliha...

Akhirnya Kena Tilang Kedua

Nasib orang siapa tahu, kira-kira begitulah bunyi sebuah kata bijak yang kerap kita dengar. Kejadian itu akhirnya terulang lagi pada 2 September 2008 jam 23.30 di sekitaran Tebet. Hari itu aku ada pertemuan dengan Edy dan Nai di Mampang Prapatan. Biasalah membahas tentang kerjaan. Setelah selesai, jam 23.00 aku dan Edy beranjak pulang dengan rute pertama adalah mengantar Edy ke Cawang, karena dia akan pulang ke Bogor. Sesampainya di jalan protokol, saat akan putar balik ke arah Cawang perasaan mulai tidak enak. Di beberapa titik kami menyalip patroli BM. Sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu muncul jika saja lampu motorku bekerja dengan baik. Sebelumnya memang sudah diingatkan Pandam untuk berhati-hati jika melalui jalan protokol apalagi dengan lampu yang hidup enggan matipun tak mau, bakal jadi sasaran empuk patroli BM. Perjalan menuju Cawang tidak menemui hambatan berarti, walaupun pupil mata harus bekerja maksimal, maklum perjalanan hanya memanfaatkan cahaya bulan dan sorot kenda...