Skip to main content

Posts

Aksi Bersih Sampah Suaka Margasatawa Muara Angke

Latar Belakang Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), merupakan kawasan konservasi di ujung utara Jakarta. Sebagai ekosistem hutan mangrove yang habitat aslinya berada di daerah muara, kawasan ini mau tidak mau selalu mendapat masukan sampah yang mengalir bersama aliran kali menuju Teluk Jakarta. Letak geografis alami kawasan ini berada di ujung pertemuan dua kali besar, yaitu Ciliwung dan Angke. Sampah yang mengalir di kali Angke merupakan salah satu pengancam utama kelestarian ekosistem mangrove Jakarta. Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyebutkan bahwa produksi sampah Jakarta mencapai 6.000 ton per hari. Jumlah sampah terangkut sekitar 85 %. Sekitar 15 % atau 900 ton per hari tidak terangkut. Diperkirakan jumlah sampah yang dibuang ke sungai mencapai 25 % nya atau sekitar 225 ton per hari. Jumlah sampah ini adalah kondisi normal. Pada musim hujan, jumlah ini akan bertambah karena aliran sungai yang meluap menggelontorkan sampah-sampah yang ditimbun di tepian sungai menuju Teluk Jakarta. ...

Sudah Merdeka?

Merdeka ... ? ya, merdeka sering kau dengar kawan tapi, apa kau pahami belum, sayang... belum! 57 tahun yang lalu, merdeka, sudah dikobarkan bangsa Indonesia merdeka, telah diraih bangsa kita tapi sekarang lihat ... ! lihat kiri kananmu! semu ... semu ... merdeka adalah ungkapan kuno pendahulu kita! hanya tinggal kenangan karena, Indonesia belum merdeka! Kok bisa? cermati kiri kananmu kawan! perkosaan, pembunuhan, korupsi, kekerasan, penindasan segala bidang! apakah itu yang kau sebut merdeka? sehina itukah merdeka? apa bedanya dengan penjajahan? sebiadab itukah merdeka? Tidak ...! aku yakin tidak kawan! merdeka, hal termulia harapan manusia merdeka, dasar hidup manusia merdeka itu nyata, bukan ilusi belaka! Aku mau merdeka! di tanahku, Indonesia kawan, maukah kau mewujudkannya? demi kejayaan dan kemakmuran negeri kita selamanya! sekali merdeka, tetap merdeka! Puisi ini salah satu masterpiece saya dan karya yang saya buat untuk konsumsi publik. Diterbitkan dalam buku berjudul " Pu...

Pariwisata Indonesia, Serahkan Pada Ahlinya

Istilah outsourcing atau pengelolaan oleh pihak ketiga, bukanlah hal yang aneh lagi di dunia bisnis khususnya perusahaan swasta. Kini beberapa perusahaan negara juga telah menerapkan konsep ini namun belum sebanyak perusahaan swasta. Pengelolaan perusahaan dengan cara ini sangatlah menguntungkan. Betapa tidak, penghematan pengeluaran untuk pengadaan sumber daya manusia dan sumber daya perusahaan adalah janji yang diberikan dengan menerapkan outsourcing . Kini beberapa perusahaan besar Jakarta memanfaatkan pihak ketiga yang menyediakan persewaan kendaraan. Harga sewa ini tentunya jauh lebih murah dibanding kalau perusahaan harus membeli kendaraan sendiri. Belum lagi masalah perawatan kendaraan selama pemakaian. Hitung saja berapa biaya perbaikan untuk sekian unit kendaraan. Dengan memanfaatkan jasa pihak ketiga, masalah perawatan sudah termasuk dalam perjanjian kerjasama. Jadi perusahaan tidak usah pusing lagi. Satu janji yang sangat menguntungkan. Contoh outsourcin...

Memerdekakan Papua

Papua pasti bukanlah nama yang asing lagi bagi kita sejak dipopulerkan oleh Gus Dur di era pemerintahannya untuk menggantikan nama Irian. Papua adalah pulau dengan sejuta pesona. Tanah perjanjian yang diberkati Tuhan dengan kelimpahan kekayaan alam hayati dan non hayati, kekayaan budaya, serta beragam misteri yang belum terungkap sampai sekarang. Sebuah pulau dengan kekayaan alam luar biasa yang mampu mensubsidi hampir 50% devisa negara ini. Namun, kondisi warga aslinya sangat jauh dari layak. Sangat mengenaskan. Pernahkah kita mencoba memikirkan negara ini sampai ke sana? Ada sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata tentang keadaan masyarakat pedalaman Papua. Banyak dari anda pasti sudah pernah mengetahuinya. Ya, film itu berjudul Denias, Senandung di Atas Awan . Film ini berkisah tentang perjuangan seorang anak pedalaman untuk pintar. ”Denias, ko harus sekolah. Karena gunung takut dengan orang sekolah” ujar mama Denias. Kalimat sederhana itulah yang memicu Denias untuk...

Hai Tanahku Papua

Judul tersebut tentu tidak asing lagi bagi anda yang pernah berhubungan dengan berbagai isu tentang Papua. Hai Tanahku Papua adalah volkslied (lagu kebangsaan) yang ditulis pada tahun 1930-an oleh Izaak Samuel Kijne, seorang misionaris Belanda yang juga menyusun lagu di buku pujian Nyanyian Rohani. Lagu kebangsaan ini pernah diusung oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai lagu kebangsaan Republik West Papua. Beberapa kali pernah santer diangkat sebagai usaha pemisahan diri OPM dari Negara Kok Republik Indonesia (NKRI). Saat ini, mari kita tepis itu semua. Tulisan ini hanya untuk berbagi informasi yang saya miliki saja. Sebagai pengayaan pengetahuan kita. Lagu Hai Tanahku Papua ini sangat jarang diperdengarkan karena masuk dalam lagu terlarang oleh pemerintah NKRI. Jadi tidak banyak orang yang tahu. Lirik lagu ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan Belanda, yang disajikan dalam 7 bait. Sampai sekarang saya masih heran, mengapa lagu ini sampai dilarang. Kalau dicermati, s...

Pesan Khusus

Oleh : Pendeta Jan H. Rapar Seorang buruh bangunan yang bekerja di lantai atas suatu bangunan, ingin menyampaikan pesan khusus kepada temannya yang bekerja di bawah, di pelataran bangunan itu. Ia mencoba berteriak, tetapi temannya tidak dapat mendengar teriakkannya karena suara yng bagitu ribut dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja di sekitarnya. Oleh karena itu ia mengambil “batu kecil” dan menjatuhkannya sehingga mengenai tubuh temannya. Karena merasa sakit, temannya itu pun melihat ke atas. Setelah melihat temannya mendongak ke atas barulah ia menjatuhkan kertas berisi pesan yang hendak disampaikannya. Seringkali manusia telah dipenuhi dengan berbagai “suara” dalam hatinya dan dari orang-orang di sekitarnya, sehingga ia tidak dapat mendengar suara Tuhan. Terpaksa Tuhan harus menjatuhkan “batu kecil” sebagai “pesan khusus” yang acapkali begitu menyakiti kita, namun jika kita sudi mendengarkan suara-Nya maka Dia akan menunjukkan belas kasihan dan segala kebaikan...

Analogi Sederhana tentang Tuhan

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada" "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit?? Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi me...